Sejarah Desa

Dahulu kala ada sebuah komunitas kecil pengelana yang menjelajah daratan jawa timur. suatu hari komunitas itu sampai pada suatu daerah timur dari pusat kabupaten Bondowoso. Ketika sampai pada daerah ini anggota komunitas tersebut mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih karena satu-satunya sumber air pada saat itu hanya sebuah sungai yang letaknya sangat jauh dari kumunitas itu berada. Kemudian untuk mengatasi masalah ini B. Begiya perempuan anggota komunitas ini menancapkan tongkatnya ke tanah. Dengan kesaktian yang dimilikinya, lubang bekas tancapan tongkat ini mengeluarkan air bersih. Semua masyarakat anggota kounita ini sangat berbahagia dengan keberadaan sumber mata air ini. Dari itulah B. Begiya memberi sumber mata air ini dengan nama “Sumber Kebahagiaan”.

Sumber mata air “Sumber Kebahagiaan” menjadi sumber kehidupan masyarakat disekitarnya. Kemudian  banyak masyarakat anggota komuniatas menetap disekitar sumber mata air ini.  Adapula para pelancong mulai mendatangi kawasan ini karena keberadaan air bersih ini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat sehari hari. Lambat laun orang orang menyebut kawasan ini dengan nama Sumber Kebahagaan yang dalam bahasa Jawa “Sumbersuko”.

Dengan berjalannya waktu daerah Sumbersuko banyak didiami oleh masyarakat Bondowoso. Karena adanya masyarakat yang semakin kompleks , Desa Sumbersuko membutuhkan seorang pemimpin yang mampu menentukan arah dan tujuan yang ingin dicapai bersama oleh masyarakat Desa Sumbersuko.  Untuk itu masyarakat pada waktu itu bersepakat untuk memilih Pak. To sebagai kepala pemerintahan Desa Sumbersuko. Untuk memudahkan sistem pemerintahannya, Pak. To membagi daerah pemerintahannya kedalam Tiga kawasan Pemerintahan yaitu :

  1. Krajan I
  2. Krajan II
  3. Dusun Talpek/Seketeng

Sepeninggalan Pak To, pemerintahan Desa Sumbersuko dilanjutkan oleh Pak Tirto Sujalmo sebagai kepala Desa yang kedua. Pak Tirto menjalankan pemerintahan Desa Sumbersuko sampai tahun 1965 dengan melakukan berbagai inovasi untuk kemajuan Desa Sumbersuko. Karena faktor usia sehingga Pak Tirto Sujalmo kurang mampu untuk memimpin pemerintahan Desa Sumbersuko, maka pada tahun 1965 Desa Sumbersuko mengadakan pemilihan Kepala Desa yang ketiga. Pada Saat itu kepala Desa terpilih adalah Pak Saiin yang akan melanjutkan Roda pemerintahan Desa Sumbersuko menggantikan Pak Tirto Sujalmo. Pada saat pemerintahannya, Pak Saiin mebenahi struktural pemerintahan Desa Sumbersuko dengan membentuk Aparat Desa, kasili, sumendi, dan krawat Desa. Kemudian sampai tahun1978 Pak Saiin dipensiunkan dengan mengangkat kepala Desa baru bernama Ajib Mulyadi. Dengan di angkatnya Ajib Mulyadi Desa mengalami pengembangan Stuktural yaitu dibentuknya Organisasi Desa antara lain :

  1. LKMD (Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa)
  2. LMD (Lembaga Musyawarah Desa)
  3. PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga)
  4. KARANG TARUNA
  5. POSYANDU (Pos Pelayanan Terpadu)

Kepala Desa Ajib Mulyadi memimpin pemerintahan Desa Sumbersuko sampai tahun 1990 yang kemudian digantikan oleh Kepala Desa baru bernama Agus Supiyono. Agus Supiono menjadi kepala Desa Sumbersuko melalui pemilihan kepala Desa dengan calon tunggal. Pada Saat pemetintahan Agus Supiyono, beliau merombak sistem pemerintahan sebelumnya dengan berdasarkan pada peraturan pemerintah Republik Indonesia. Agus Supiono membagi kerawat Desa menjadi beberapa KAUR yang terdiri dari beberapa bagian diantaranya :

  1. Pemerintahan
  2. Pembagunan
  3. Umum
  4. Keuanga
  5. Kesra, dan
  6. Tiga Kepala Dusun.

Agus Supiyono memimpin roda pemerintahan Desa Sumbersuko selama kurang lebih 11 tahun sampai tahun 2001. Pada Tahun 2001 gejolak politik di desa Sumbersuko kurang stabil sehingga Agus mengundurkan diri sebagai Kepala Desa untuk meredam gejolak Masyarakat. Kemudian sisa masa jabatan Agus Supiyono digantikan oleh PLH yang bernama Drs. Abdul Karim selama kurang lebih satu tahun setengah.

Pada Tahun 2002 Desa mengadakan pemilihan Kepala Desa penganti Agus Supiono. Pada Pemilihan kepala Desa yang ke enam ini terpilih Mabrur Rasidi,ST sebagai kepala desa Sumbersuko terpilih yang dipilih langsung oleh masyarakat. Mabrur Rasidi, ST. Memimpin pemerintahan Desa Sumbersuko selam kurang lebih 10 tahun sampai pada tahun  ada tahun 2012.

Tiga bulan sebelum purnatugas Kepala Desa Mabrur Rasidi, ST,  Badan Perwakilan Desa membentuk panitia PILKADES, namun sampai batas masa berlakunya penjaringan calon kepala Desa yang baru belum ada yang mendaftarkan diri. Untuk mengatasi kekosongan pemerintahan akhirnya diangkatlah Pelaksana Jabatan Sementara Kepala Desa yang diambil dari Sekretaris Desa yaitu Bpk Supandi sampai kurang lebih 2 tahun setengah. . Kemudian pada tahun 2015 diadakanlah pemilihan kepala Desa Sumbersuko yang ke empat yang terdiri dari tiga Calon Kepala Desa. Pada acara pemilihan kepala desa Sumbersuko yang ke empat ini, terpilih mantan kepala Desa yang ke-5 yaitu Agus Supiyono sebagai Kepala Desa yang Baru. Agus Supiono memimpin pemerintahan Desa Sumbersuko dari tahun 2015 sampai dengan sekarang dengan struktur pemerintahannya sebagai berikut: